Home » Berita Oto » Toyota NAV1 Buatan Indonesia Hembuskan Nafas Terakhir

Toyota NAV1 Buatan Indonesia Hembuskan Nafas Terakhir

Toyota NAV1 Buatan Indonesia Hembuskan Nafas Terakhir – Toyota NAV1 versi Indonesia akhirnya menghembuskan napas terakhir. Upacara penutupan produksi model MPV completely knocked down (CKD) ini yang dirakit oleh PT Sugity Creatives di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat berlangsung pada hari Jumat lalu (16/12/2016).

Kabar ini dibenarkan oleh Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono. Namun, Tjahjono juga menjelaskan bahwa ditutupnya NAV1 Versi lokal ini bukan berarti NAV1 tidak akan dipasarkan lagi di Indonesia.

Ditutupnya NAV1 completely knocked down (CKD) ini akan diganti dengan completely built up (CBU). “Benar sudah tutup produksinya. Nantinya NAV1 akan beralih statusnya menjadi completely built up (CBU).” Kata Tjahjono.

Tjahjono juga menjelaskan bahwa Toyota masih akan mengimpor mobil yang desainnya hampir sama dengan NAV1. “Model serupa yang nantinya akan diimpor ke Indonesia kemungkinan kembaran dari NAV1, Toyota Voxy, tetapi, itu tergantung dari pihak Toyota Astra Motor (TAM). Bisa langsung konfirmasi kepada pihak TAM.” Ujar Tjahjono.

Saat dikonfirmasi, perwakilan dari TAM, Fransiscus Soerjopranoto selaku Executive General Manager Marketing TAM menjelaskan bahwa mengenai model yang akan diimpor tersebut masih didiskusikan oleh pihak internal.

Namun disinyalir bahwa mobil yang akan dimpor untuk menggantikan NAV1 ini adalah Noah atau Voxy. Saat ini masih dicari tahu bagaimana kira-kira respon masyarakat terhadap kedua mobil tersebut.

Soerjopranoto juga menjelaskan bahwa sampai saat ini semua aspek masih dipertimbangkan. Sehingga kemungkinan besar, keputusannya baru bisa diumumkan di tahun depan.

“Nantinya memang akan CBU statusnya, dan masih ada dua kemungkinan, apakah diimpor dari Jepang atau Thailand, masih belum pasti. Akan kita informasikan lagi tahun depan.” Jelas Soerjopranoto.

Selama Januari sampai Oktober, penjualan NAV1 hanya mampu menembus angka 423 unit. Jika diambil rata-rata maka penjualan perbulannya hanya mampu 42 unit mobil. Data ini diambil dari wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Dengan perolehan angka tersebut, Toyota merasa harus memberikan solusi baru supaya penjualan di tahun yang akan datang bisa lebih meningkat. Sehingga untuk yang di Indonesia NAV1 lokal terpaksa ditutup.