Home » Lini Umum » 13 Etika Berkendara di Jalan Raya Khususnya Sepeda Motor

13 Etika Berkendara di Jalan Raya Khususnya Sepeda Motor

Etika berkendara di jalan raya – Ketika seseorang sudah memiliki SIM C untuk kendara bermotor, belum tentu dalam berkendara ia sudah memiliki etika yang sesuai. Dalam berkendara, pengendara dituntut untuk bisa dapat mengetahui etika berkendara dan melaksanakannya. Etika berkendara sendiri tidak lain adalah prilaku berkendara yang sopan, santun dan juga tidak membahayakan pengendara lain.

Saat ini banyak kita temui, pengendara motor di jalan raya sering kali menggunakan kecepatan tinggi, serobot kanan, serobot kiri, salip mepet mepet dan paling parah lagi adalah berkendara dengan posisi zig zag untuk mendahului pengendara lain.

Tujuan etika berkendara adalah untuk menghormati pengendara lain, menjaga dan juga menghargai keselamatan diri sendiri dan juga pengendara lain. Admin iocom sudah menemukan tips etika berkendara langsung dari kaporli dengan kutipan sebagai berkut:

  1. Pastikan kondisi fisik dan jiwa yang sehat, lakukan pemanasan sedikit sebelum berangkat ke tujuan.

  2. Pastikan sepeda motor yang akan digunakan benar-benar siap selama dalam perjalanan, mulai dari kesiapan kondisi mesin kendaraan, ban, rem, kopling, oli, handle gas, lampu depan, lampu rem, sign, rantai, busi, bahan bakar dan surat-surat (SIM dan STNK).

  3. Gunakanlah helm full face atau helm standar (SNI) baik bagi pengemudi maupun pembonceng. Pakailah kacamata dengan UV (Ultra Violet) protection di siang hari agar tidak silau dan pandangan mata lebih jelas.

  4. Menyangkut kemungkinan perubahan cuaca, pengendara sepeda motor harus mempersiapkan jaket, sepatu, body protector, sarung tangan, kacamata dan jas hujan.

  5. Bagi pembonceng wanita, sebaiknya tidak duduk menyamping melainkan menghadap ke depan.

  6. Untuk menyeberang, pastikan lalu lintas aman, barulah menyeberang.

  7. Untuk perjalanan di kota, kecepatan tidak boleh lebih dari 60 km/jam, jangan berjalan dengan zig-zag, apalagi jika  memboncengkan balita atau orang tua.

  8. Jangan membawa muatan yang melebihi ketentuan (lebih dari 2 orang).

  9. Patuhilah rambu-rambu lalu lintas sepanjang rute perjalanan dan etika berlalu lintas.

  10. Tidak mengambil jalur khusus pejalan kaki / sepeda, apalagi sampai menaiki trotoar untuk pejalan kaki sangat tidak beretika.

  11. Nyalakan lampu utama pada siang hari dan gunakan lajur jalan paling kiri saat kecepatan bibawah 40 Km/jam.

  12. Tidak menggunakan varias / aksesoris sepedamotor yang membahayakan pengguna jalan lainnya & JANGAN menggunakan kenalpot racing / modifikasi dijalan raya, karena dapat mengganggu kenyamanan orang lain.

  13. Hal yang tak kalah penting adalah berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum mengawali perjalanan.

Sumber : https://www.facebook.com/DivHumasPolri/posts/930598233635700

Kita tidak pernah mengharapkan terjadinya kecelakaan, untuk itu alangkah baiknya kita sediakan persiapan bekendara sejak dini agar tidak menyesal dikemudian hari.

Selamat berkendara kembali dan jangan kebut-kebutan. Salam jalan raya